Selasa, 16 Juni 2015

Bertauhid dan Bersatu

Pondasi Dienul Islam adalah tauhid atau Laailaha ilIalIah. Mengesakan Allah dalam penciptaan dan pengaturanNya terhadap seluruh alam semesta atau apa yang disebut dengan TAUHID RUBUBIYYAH. Mengesakan Allah dalam peribadatan atau penyembahan kepada-Nya atau apa yang disebut dengan TAUHID ULUHIYYAH. Dan Mengesakan kesempurnaan nama-nama dan keagungan sifat-sifat-Nya atau apa yang disebut dengan TAUHID ASMA WA SWAT.Kita meyakini akan hal-hal yang ghaib yang diajarkanN ya, surga dan neraka, han kiamat, padang Mahsyar, kesenangan dalam surga dan kesengsaraan dalam neraka.

Namun, bukan hanya ttu, kita juga mengimani ayat Allah bahwa bersatu itu adalah wajib secara mutlak dan berpecah-belah haram secara mutlak. Bersatu kaum muslimin dibawah pimpinan seorang Khalifah/Amirul Mukminin sebagai pemimpin atau imam ummat adalah wajib, adapun ketiadaan iamaatul Muslimin mewajibkan kita untuk mencarinya dan kalau sudah habis energi kita tidak juga menemukan Al iamaah kita wajib uzlah meninggalkan semua firqah walau kita makan akar kayu sampai mati ditempat uzlah itu.Kitberkeyakinan bahwa perpecahan ummat adalah persoalan prinsip, karena Allah samakan dengan dosa syirik.Oleh karena itu saatnya kini kita serukan agar ummat kembali BERTAUHID DAN BERSATU. Hindarkan kemusyrikan dalam peribadatan dan kemusyrikan dalam kehidupan berkepemimpinan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar