Selasa, 16 Juni 2015

Bersatu adalah bukti tauhid yang benar

Sumber utama orang yang mengaku beriman tatkala mereka mengikrarkan syahadatain, mengakui tiada illah kecuali Allah dan mengakui Nabi Muhammad adalah utusan Allah dengan segala konsekuenSinYa. Allah dan Rasul-NYa mempunya ajaran yang harus ditegakkan bagi orang yang telah mengaku beriman yang diawali dengan syahadatain. Hanya ada dua pilihan, bagi orang yang mau menegakkafl ajaran Allah dan RasulN ya, Allah akan balas dengan kenikmatan surga dan sebaliknya apabila orang yang telahberikrar syahadatain namun tidak maumenegakkan ajaran Allah dan Rasul-Nya makaancamaflflya adalah penderitaan di neraka.Sungguh hal ini sangat mengerikan sekali, maka bagi kaum muslimin harus benar dan. berhati-hati dalam memilih, karena kalau tidaksurga maka pasti neraka, Naudzubiliahimindzalik.Agar kaum muslimin yang telah berikrar syahadatain selamat sehingga menuju kepada surga nya Allah, maka perlu ada kesungguhafl dalam menegakkan ajaran Allah dan Rasul-NYa itu dan bagi kaum muslimiri yang telah dipersaudarakan oleh Allah (QS 49: 10), maka kesungguhafl dalam menegakkan Ad Dien itu dengan jalan bersatu, tidak dengan berpecah betah dan bergolonggOl0flgan yang jelas haram secara mutlak (QS 42: 13).
KesunggUhan bagi kaum muslimin dalam menegakkan Dienullah itu menurutketerangan ayat-ayat Allah, bukan dengan ilmu yang banyak atau yang lainnya, tetapi dengan bersatu dan jangan berpecah belah. Dan dikatakan bersatu apabila kaum muslimin itu berada didalam satu kepemimPinan. Tidak dkatakan bersatu secara rasional saja apabila pemimpin nya dua atau tiga dan seterusnya. Bahkan mustahil suatu ajaran apapun d,dunia ini dapat terlaksana tanpa sebuah kepemimPinafl, baik ajaran yang dibuat manusia apalagi ajaran yang Haq yang telah Allah terangkan didalam Al Quran dan Hadits. Maka perlu bagi kaum muslimin untuk berfikir dan mentelaah lebih dalam mengenai hal mi. inilah sesungguhnva masalah utama ummat Islam saat mi, satu-satunya penyebab tidak teriaksananya syariat Islam dimuka bumi Allah ni yang merupakan kewajiban yang telah Allah perintahkan adalah karena ummat Islam berpecah belah dan tidak bersatunya didalam sistem Islam dan satu kepemimpinari Islam Maka perlu dipertanyakan kepada setiap din kaum muslimin, apa andil kita dalam penegakkan Dienul Islam InI? atau malah kita mempunyai andil dalam memecah belah Ad Dien ml, semua harus dipertanyakan kepada din masing-masing kaum muslimln dan hal ml tidak mungkmn Allah pertanyakan kepada orang-orang kafir. Apakah mungkln perjuangan menegakkan Ad Dien itu secara perorangan atau secara berkelompok? tentu hal ml tidak mungkmn karena menegakkan Ad DIen itu harus secara bersama-sama dan dengan cara yang benar yang telah Allah dan Rasul-Nya perintahkan yaltu bersatu kaum muslimln didalam Al Jamaah / Al Khilafah dengan satu kepemimpinan kaum musllmin yang dlsebut Khalifah / Amirul Mukminin, Hal ml juga telah diikuti oleh para sahabat yang merupakan generasi terbaik, tabi’in dan tabi’ut tabin. Maka tidak ada jalan lain bagi kaum muslimin yang telah mengikrarkan syahadataln dalam memenuhi kewajibanya kepada Allah k yaftu menegakkan Dienul Islam kecuall dengan jalan bersatu, sepakat ulama mengatakan wajib secara mutlak.Rasulullah telah menubuwahkan tentang perpe ahan ummat Islam ml. Bahkan didalam keterangan hadits itu terpecah menjadi 73 golongan kecuall satu golongan yang benar. Bukan berarti kita pasrah dan malah berpecah belah, justru kita harus menghindani perpecahan dan mencani yang satu itu yaitu Al Jamaah. Maka ketika kita tidak berada disatu golongan yang benar yang sesuai perintah Allah dan Rasul-Nya (Al Jamaah) maka kita akan celaka. Keterangan hadits Nabi mengatakan bahwa kaum muslimin ml dlpimpin melalul sistem Nubuwah (Kenablan) ketlka Nabi maslh ada dan setelahnya akan dlpimpin oleh sistem Kekhalifaha, setelah Nabi wafat dlmulai oleh Khallfah Abu Bakar Ash Sidik 4 dan seterusnya sampal han kiamat, lnllah yang benar. Dapat kita simpulkan sistem Islam Itu ada dua yaltu slstem Nubuwah (sistem kenabian yaltu ketika Nabi masih ada) dan sistem Kekhaflfahan, tldak dikenal sistem lain didalam lslam Adapun didalam hadits ada diterangkan bahwa ada yang Mulkan Adihon (dhollm), Mulkan Jabarlyan (Menglgit) dan Ialnya ml bukanlah slstem tetapi perbuatan darl Khalifahnya Maka Mulkan Adihon saja dia tahu persls bahwa orang beriman hanya akan tunduk dan taat kepada seorang Khallfah, maka mereka juga mengaku sebagai Khallfah juga, Dan perbedaanya saat ml adalah sistem yang dipakal adalah dlluar sistem Islam (diluar sistem Kekhallfahan) dan bukan khallfah, kemudlan mereka dhollm, mengigit, serta ahIl maksiat, apakah pemimpmn ml yang harus dltaati? Sungguh ml merupakan kesalahan yang amatvatal sekali. Maka sekall lagi disampaikan tldak ada jaPan laIn bagi seluruh kaum muslimin dalam menegakkan Dlenullah ml melalnkan bersatu didalam sistem Islam yang diperlntah oleh Allah dan Rasul-Nya dan telah dilkuti oleh generasi terbalk yaltu sahabat, tabl’In dan tabi’ut tabi’ln yaltu bersatu didalam sistem yang universal yang diakul oleh kaum musllmln seluruh dunia dan tidak ada khllaf para ulam& yaitu bersatu didalam sistem Kekhalifahan milik kaum musilmin / Khllafatul Muslimin. Segera bagi dIn kaum musilmin agar ikut andil dalam penegakkan Dienullah ml dan segera mengambli slkap untuk segera kemball kepada Al Haq. Wallahu a’Iam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar